Sabtu, 15 April 2017

Energi yang Berperan dan Sering Digunakkan Manusia

0 komentar
    Listrik merupakan bagian mendasar dari alam semesta dan salah satu bentuk energi yang paling banyak digunakan. Listrik sebenarnya merupakan sumber energi sekunder, yang disebut sebagai pembawa energi. Hal ini berarti bahwa kita mendapatkan listrik dari konversi dari sumber energi lainnya, seperti batubara, energi nuklir, atau matahari yang disebut sebagai sumber primer. Sumber energi yang kita gunakan untuk membuat listrik dapat terbarukan atau tak terbarukan, tapi listrik itu sendiri adalah tidak terbarukan atau tak terbarukan.

Penggunaan Listrik Mengubah Hidup Kita Secara Dramatis

     Sebelum listrik tersedia lebih dari 100 tahun yang lalu, rumah diterangi lampu minyak tanah, makanan didinginkan dalam kotak es, dan ruangan dihangatkan oleh tungku pembakaran kayu atau batubara.

     Banyak ilmuwan dan penemu telah bekerja untuk menguraikan prinsip-prinsip listrik sejak tahun 1600-an. Beberapa prestasi penting telah dibuat oleh Benjamin Franklin, Thomas Edison, dan Nikola Tesla.

     Benjamin Franklin menunjukkan bahwa kilat adalah listrik. Thomas Edison menemukan bola pijar tahan lama yang pertama kali.

     Sebelum tahun 1879, listrik arus searah (DC) telah digunakan pada lampu arc untuk penerangan luar ruangan. Pada akhir tahun 1800, Nikola Tesla merintis generator, transmisi, dan penggunaan listrik alternating current (AC), yang mengurangi biaya transmisi listrik jarak jauh. Penemuan Tesla membuat listrik bisa digunakan untuk menerangi rumah kita dan untuk menggerakkan mesin listrik industri.
 
     Meskipun sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari, beberapa dari kita mungkin tidak pernah berpikir seperti apa hidup tanpa listrik. Seperti udara dan air, kita cenderung untuk melupakan peranan besar listrik.
Kita telah menggunakan listrik untuk melakukan banyak pekerjaan sehari - mulai dari penerangan, pemanas dan pendinginan rumah, dan juga untuk menyalakan televisi dan komputer.

Sifat-sifat Fisika

0 komentar
Sifat fisika adalah perubahan yang dialami suatu benda tanpa membentuk zat baru. Sifat ini dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut. Sifat fisika antara lain wujud zat, warna, bau, titik leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan, kekeruhan, kemagnetan, dan kekentalan.

A. Sifat Fisika Yang Terlihat


Sifat ini dapat diamati dari:

1) Wujud zat : padat, cair, dan gas

2) Kekerasan zat : keras atau lunak

3) Warna zat : hitam, putih, merah, kuning, dan berbagai warna lainnya

4) Bau zat : harum, anyir, busuk, dan sebagainya

5) Bentuk : bulat, bundar, persegi, segitiga, empat persegi panjang, balok, kubus, dan sebagainya.

6) Tetapan fisika : massa jenis, titik lebur, titik uap, titik beku, titik didih, indeks bias, dan sebagainya.



B. Sifat Perubahan Fisika


Sifat ini dapat dilakukan dengan cara;

1) Melarutkan zat : mudah larut di air atau tidak

2) Mengalirkan arus listrik : dapat mengalirkan arus listrik atau tidak

3) Mengalirkan panas : dapat mengalirkan panas atau tidak

4) Menguapkan : mudah menguap atau tidak

5) Mendekatkan ke magnet: dapat ditarik magnet atau tidak

6) dan berbagai kegiatan fisika lainnya.

Penemuan Unsur dan Senyawa Terbaru yang Berguna untuk Kehidupan Manusia

0 komentar
    Perusahaan obat Merck & Co berhasil memproduksi obat imunoterapi bagi penderita kanker paru-paru. Menurut data uji klinis yang dipublikasi oleh European Society for Medical Oncology (ESMO), Merck & Co memproduksi obat imunoterapi, Keytruda, yang membantu pasien kanker paru-paru secara efektif.

    Dalam pemaparan ESMO, Keytruda disebut dapat memperkecil risiko penyebaran penyakit dan mencegah kematian hingga 40 persen dibanding proses kemoterapi pada pasien tertentu yang tumornya diuji menggunakan biomarker.

    Ketika diberikan bersamaan dengan obat kemoterapi, Keytruda bakal memberikan efek pengecilan tumor dua kali lebih efektif dibanding kemoterapi itu sendiri. Obat serupa yang diproduksi Roche menjadi pilihan kedua bagi pasien yang telah mendapatkan perawatan sebelumnya. Bahkan, keytruda disebut bakal menjadi standar baru bagi perawatan kesehatan.

    Penemuan lainnya dari produk tersebut adalah pengobatan kanker paru-paru dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat akan meningkatkan permutasi lebih tinggi dibanding prediksi para ahli. Kompetitor lainnya, Bristol-Myers Squibb gagal setelah produknya, Opdivo, tidak membantu pasien yang belum mendapatkan perawatan termasuk bagi pasien dengan protein rendah yang disebut programmed cell death ligand (PD-L1).
     Keytruda sebagai agen tunggal ditargetkan hanya bagi pasien dengan PD-L1 yang tinggi sehingga membuat produk tersebut lebih diterima. Dengan penemuan tersebut, pemerintah Amerika Serikat diharapkan menerima Keytruda sebagai obat penderita kanker paru-paru tahap awal pada 24 Desember 2016.

Pengertian Energi, Macam-macam Energi, dan Contohnya

0 komentar
PENGERTIAN ENERGI

        
     Energi adalah kemampuan suatu benda atau sistem untuk melakukan kerja. Di dalam IPA yang dimaksud kerja ialah usaha gerak melawan hambatan. Seorang yang mengangkat sebuah benda ke atas, berarti melakukan usaha gerak melawan gaya tarik bumi atau gravitasi. Usaha gerak melawan hambatan itulah kerja yang menggunakan energi.
      Energi dapat memindahkan materi dari suatu tempat ke tempat lain. Energi dapat mempunyai berbagai bentuk, antara lain: gerak, cahaya, panas, tenaga kimia, tenaga atom, dsb.
      Energi dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk yang lain. Perubahan bentuk energi ini disebut transformasi energi. Misalnya energi potensial air (air terjun) dapat diubah menjadi energi listrik, dan seterusnya. Walaupun energi dapat diubah menjadi energi yang setara, tetapi energi itu tidak dapat dimusnahkan dan juga tidak dapat dibuat. Hal ini disebut Hukum Kekekalan Energi.


MACAM-MACAM ENERGI BESERTA CONTOHNYA

1. Energi Mekanik
   
      Energi mekanik dapat dibedakan atas dua pengertian, yaitu energi potensial dan energi kinetik. Jumlah kedua energi tersebut dinamakan energi mekanik. Setiap benda, baik dalam keadaan diam atau bergerak memiliki energi.
      Contoh : Energi yang tersimpan dalam air yang dibendung pada sebuah waduk bersifat tidak aktif dan disebut energi potensial (energi tempat). Bila waduk dibuka, air mengalir dengan keras, energi air menjadi aktif, mengalirnya air ini dengan energi kinetik (tenaga gerak). Air waduk tersebut juga mempunyai energi potensial krena letaknya. Makin tinggi letak air waduk terhadap permukaan air laut, makin besar energi potensial.

2. Energi Panas

      Energi panas sering disebut sebagai kalor. Pemberian panas kepada suatu benda dapat menyebabkan kenaikan suhu benda itu, bahkan kadang-kadang dapat menyebabkan perubahan bentuk, ukuran, atau volume benda tersebut.
     Contoh : Pada waktu merebus air, energi panas (misalnya, berasal dari kayu bakar atau minyak tanah) diberikan kepada air, sehingga suhu air naik. Jika pemberian energi panas diteruskan sampai suhu air mencapai titik didihnya, maka air akan menguap dan brubah bentuk menjadi uap air,

3. Energi Magnetik

      Sebagai contoh dari energi magnetik, setiap magnet mempunyai 2 macam kutub, yaitu kutub magnet positif dan kutub magnet negatif. Jika dua batang magnet saling didekatkan itu sejenis, sedangkan apabila dua kutub yang didekatkan berlainan maka akan saling tarik menarik.
    Kedua kutub magnet itu memiliki kemampuan untuk saling mealkukan gerakan. Kemampuan itu adalah energi yang tersimpan dalam magnet dan disebut energi magnetik. Makin besar energi magnetik yang dimiliki suatu magnet, maka makin besar pula gaya yang ditimbulkan oleh magnet tersebut.

4. Energi Listrik

      Benda-benda di alam ini mengandung muatan listrik yang terjadi sebagai akibat gesekan benda-benda tersebut. Saat udara kering pada beberapa benda dapat terjadi penimbunan muatan listrik.
      Berdasarkan teori terbaru tentang listrik, yaitu teori elektron, benda netral adalah benda yang tida bermuatan listrik karena jumlah muatan positifnya sama dengan muatan negatif. Benda bermuatan negatif apabila ada penambahan elektron, sedangkan benda dikatakan bermuatan positif apabila ada pengurangan elektron.
      Contoh : Alexander Volta pada tahun 1800, berhasil membuat sel listrik dnegan menggunakan lempengan-lempengan seng dan tembaga yang disusun sejajar dan disisipi kertas sebagai separator. Susunan semacam itu disebut elektroda. Elektroda yang bermuatan positif disebut anoda dan yang bermuatan negatif disebut katoda. Elektroda-elektroda tersebut dimasukkan kedalam larutan garam yang disebut elektrolit. Aliran listrik timbul karena ada perbedaan potensial dalam sel listrik.

5. Energi Nuklir

      Energi nuklir didapatkan apabila suatu atompecah menjadi atom yang lain, dan pecahnya atom tersebut disertai pembebasan energi.
      Inti atom mengandung proton dan neutron yang terikat satu sama lain, Proton muatan positif sedang neutron tidak bermuatan. Di sekeliling inti bergerak elektron yang bermuatan negatif.
      Proton dan neutron terikat kuat oleh timbunan tenaga ikat. Tenaga ikat tersebut sangat kuat sehingga untuk melepaskannya harus digunakkan tenaga yang sangat besar.
      Enrico Fermi secara kebtulan berhasil memecah iti atom dan menghasilkan tenaga yang luar biasa besarnya dalam bentuk radiasi. Tenaga yang sangat kuat tersebut merupakan kumpulan energi yang disebut energi nuklir.
   
6. Energi Matahari'
     
      Energi matahari adalah energi yang paling besar di alam ini, Matahari memancarkan energinya dalam bentuk gelombang-gelombang radiasi. Energi yang dipancarkan ini besarnya tida kurang dari 3,8 x 10³³ erg detik. Di antara jumlah energi yang dipancarkan itu bumi hanya menerima sedikit sekali dibandingkan dengan seluruh energi yang dipancarkan.
       Energi matahari dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, yaitu :
a. Pemakaian satelit buatan,
b. Kompor Matahari,
c. Proses Totosintesis pada Tumbuh-tumbuhan,
d. Penyulingan Air,
dll
       

Jumat, 31 Maret 2017

PENGERTIAN UNSUR DAN SISTEM PERIODIK

0 komentar
PENGERTIAN UNSUR


     Mencari keteraturan adalah salah satu aspek terpenting dalam kegiatan ilmu. BOYLE sebagai pelopor ilmu kimia modern adalah orang pertama yang memberikan definisi bahwa unsur adalah suatu zat yang tidak dapat dibagi-bagi lagi menjadi dua zat atau lebih dengan cara kimia. Sejak itu orang dapat menyimplkan bahwa unsur-unsur mempunyai sifat yang jelas dan ada kemiripan diantara sifat unsur-unsur itu. Akhirnya ditemukan bahwa kemiripan ini muncul secara teratur dan secara periodik jika unsur-unsur ini diatur menurut bobot atom. Keteraturan ini, pada tahun 1869, dikenal sebagai keperiodikan yang dinyatakan dalam suatu daftar sebagai susunan berkala atau sistem periodik.

        Perkembangan sistem periodik dimulai pada akhir abad 18 dan permulaan abad 19.

  1. Lavoiser (1769)
             Setelah BOYLE memberikan penjelasan tentang konsep unsur, LAVOISER pada tahun 1769 menerbitkan suatu daftar-daftar unsur.
             Lavoiser membagi unsur-unsur dalam logam dan non logam. Pada waktu itu baru dikenal kurang lebih 21 unsur.
             Setelah ditemukan unsur-unsur lain lebih banyak tidak mungkin bagi Lavoiser untuk mengelompokkan unsur-unsur itu lebih lanjut.

      2. Dalton

             Pada permulaan abad 19 setelah teori atom daltondisebar luaskan, orang berusaha mengklasifikasikan unsur secara langsung atau tidak langsung berdasarkan teori ini.
             Meskipun teori atom Dalton tidak mengandung hal-hal yang menyangkut pengklasifikasian unsur, tetapi teori ini telah mendorong orang untuk mencari hubungan antara sifat-sifat unsur dengan atom. Pada waktu itu bobot atom merupakan sifat yang dapat dipakai untuk membedakan atom suatu unsur dengan atom unsur yang lain.

      3. Johan W. Dobereiner (1817)

               Ia adalah orang yang pertama yang menemukan adanya hubungan antara sifat unsur dan bobot atomnya. Pada tahun 1817 ia mengamati beberapa kelompok 3 unsur yang mempunyai kemiripan sifat yang disebut dengan triade. Salah satu kelompok 3 unsur itu adalah klor, brom, dan yod. Dobreiner menemukan bahwa bobot atom brom 80, merupakan rata-rata dari bobot atom klor 35 dan bobot atom yod 127.

       4. J. A. K. Newland (1863-1865)

                NEWLAND menyusun unsur-unsur yang telah dikenal pada waktu itu menurut bobot atomnya. Ditemukan pengulangan sifat pada setiap unsur kedelapan. Oleh karena itu unsur pertama, unsur kedelapan, unsur kelima belas, dan seterusnya merupakan awalan suatu kelompok seperti "oktaf dalam nada musik". Oleh karena itu, keteraturan ini dikenal dengan hukum oktaf.

      5. Begeyer De Chancourtois (1863)

                 Ia ada orang pertama yang menyusun unsur secara periodik. Ia menunjukkan fakta bahwa jika unsur-unsur disusun menurut penurunan bobot atom, diperoleh secara periodik unsur yang sifatnya mirip. Ia mengelompokkan unsur-unsur dengan membuat kurva pada permukaan badan silinder yang disebut dengan "telluric screw".

      6. Lothar Meyer (1869)

                 Meyer menemukan hubungan yang lebih jelas antara sifat unsur dan bobot atom. Meyer mengukur volume atom setiap unsur dalam keadaan padat. Volume atom setiap unsur adalah bobot atom unsur dibagi dengan kerapatannya.

      7. Dimitri Mendeleev (1869)

                 Jika Meyer menyusun daftar unsur berdasarkan sifat fisika, Mendeleev lebih menemukan sifat kimia unsur-unsur. Salah satu kelebihan Mendeleev, ia telah memperhitungkan unsur-unsur yang belum ditemukan. Mendeleev kemudian mengemukakan tentang adanya hubungan antara sifat-sifat dengan bobot atom unsur-unsur. Ia kemudian menyusun daftar unsur berdasarkan kenaikan bobot atom dan unsur-unsur dengan sifat-sifat hampir sama ditempatkan dalam satu golongan.
                 Ia mengamati adanya beberapa sifat yang berkala dan kemudian mengemukakan hukum berkala, yang menyatakan bahwa sifat unsur-unsur merupakan fungsi berkala dari bobot atom. Dfatra ini dikenal dengan DAFTAR PERIODIK MENDELEEV.
Pada daftar ini ditemukan dua penyimpangan yaitu, pada unsur telurium dengan yod, dan kalium dengan argon yang penempatannya tidak sesuai dengan kenaikan bobot atom,
                Moseley memperbaiki susunan daftar ini, yaitu urutan unsur-unsur dalam sistem periodik adalah berdasarkan nomor atom.


SISTEM PERIODIK

       Sistem periodik yang dipakai sekarang adalah sistem periodik bentuk panjang yang disusun berdasarkan kenaikan nomor atom unsur, serta mengikuti aturan Aufbau dan aturan Hund.
       Unsur-unsur dalam sistem periodik dapat dikelompokan dalam periodia dan golongan. Pengelompokkan secara horisontal disebut dengan perioda yang terdiri dari 7 perioda, sedangkan pengelompokan secara vertikal disebut golongan yang terdiri atas 2 golongan yaoti A dan B.
       Unsur-unsur golongan A disebut unsur-unsur representatif (unsur-unsur utama) yang terdiri dari 8 golongan yaitu golongan IA - VIIIA. Unsur-unsur golongan B disebutunsur-unsur transisi yang terdiri dari 8 golongan yaitu golongan IB - VIIIB.
Golongan A mempunyai konfigurasi elektron pada kulit terluar ns¹ᐨ² np⁰ᐨ⁶, yang berarti :

  • Pangkat merupakan jumlah elektron pada kulit terluar
  • n menunjukkan periode
  • Jumlah elektron pada kulit terluar menunjukkan golongan.


         Berdasarkan konfigurasi elektronnya, maka unsur-unsur dalam susunan berkala dapat dikelompokkan atas unsur-unsur :

  • Blok s : Unsur-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital s. Dalam susunan berkala unsur-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital s adalah unsur-unsur golongan IA-IIA.
  • Blok p : Unsur-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital p. Dalam susunan berkala unsur-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital  p adalah unsur-unsur golongan IIIA sampai dengan golongan VIIIA.
  • Blok d : Unsur-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital d. Dalam susunan berkala unsur-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital d adalah unsur-unsur golongan transisi IB sampai dengan VIIB ditambah golongan VIII.
  • Blok f : Unsur-unsur  yang elektron terluarnya mengisi orbital f. Unsur-unsur blok f ini meliputi unsur-unsur lantanida dan aktanida.



Selasa, 14 Maret 2017

Cara Mengenali Mitos, Penalaran, Cara Memperoleh Pengetahuan, dan Syarat Ilmu Pengetahuan

0 komentar
     Pada awal prasejarah kemampuan manusia masih terbatas, baik keterbatasan pada peralatan maupun peterbatasan pemikiran. Keterbatasan peralatan menyebabkan pengamatan menjadi kurang seksama, dan cara berpikir yang sederhana menyebabkan hasil pemecahan masalah memberikan kesimpulan yang kurang tepat. Dengan demikian pengetahuan yang terkumpul belum dapat memberikan kepuasan terhadap rasa ingin tahu manusia, dan masih jauh dari kebenaran.
      Untuk menjawab keingintahuan tentang alam, manusia menciptakan mitos. Mitos merupakan cerita yang dibuat-buat atau dongeng yang pada umumnya menyangkut tokoh kuno, seperti dewa atau manusia perkasa, yang ada kaitannya dengan apa yang terdapat di alam.
       Secara garis besar dapat dibedakan 3 macam mitos, yaitu mitos sebenarnya, cerita rakyat, dan legenda. Dalam mitos sebenarnya manusia berusaha dengan sungguh-sungguh dan dengan imajinasinya menerangkan gejala alam yang ada, namun belum tepat karena kurangnya pengetahuan, sehingga orang mengaitkannya dengan seorang tokoh atau dewa.
        Mitos yang merupakan cerita rakyat adalah usaha manusia mengisahkan peristiwa penting yang menyangkut kehidupan masyarakat, biasanya juga disampaikan dari mulut ke mulut sehingga sulit diperiksa kebenarannya.
         Dalam mitos sebagai legenda, dikemukakan tentang seorang tokoh yang dikaitkan dengan terjadinya suatu daerah.
          Pada masa prasejarah tersebut, mitos dapat diterima dan dipercaya kebenarannya karena:

  1. Keterbatasan pengetahuan yang disebabkan karena penginderaan, baik langsung maupun dengan alat
  2. Keterbatasan peralatan manusia pada masa itu
  3. Hasrat ingin tahunya terpenuhi
           Karena kemampuan berpikir manusia makin maju dan disertai pula dengan perlengkapan pengamatan yang makin baik, mitos dengan berbagai legendanya mulai ditinggalkan. Orang mulai menggunakan akal sehat yang serta rasionya untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang alam,
            Kegiatan untuk memperoleh atau menemukan pengetahuan yang benar disebut berpikir, sedangkan proses berpikir dalam menarik kesimpulan yang benar disebut penalaran. Pengetahuan yang diperoleh tidak berdasarkan penalaran digolongkan pada pengetahuan yang non ilmiah atau bukan ilmu pengetahuan.

             Terdapat beberapa cara untuk memperoleh kesimpulan atau pengetahuan yang tidak berdasarkan penalaran, yaitu:
  1. Prasangka, pengambilan kesimpulan berdasarkan perasaan
  2. Intuisi, kegiatan berpikir yang tidak analistis, tidak berdasarkan pola berpikir tertentu. Pandangan batiniah yang serta merta tembus mengenai suatu peristiwa atau kebenaran, tanpa penurutan pikiran
  3. Coba-ralat atau trial and error, suatu cara untuk memperoleh pengetahuan secara coba-coba atau untung-untungan.
               Syarat Ilmu Pengetahuan

                Tidak semua pengetahuan disebut ilmu, sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan dapat disebut ilmu atau ilmiah, adalah:
  1. Obyektif, artinya pengetahuan itu sesuai dengan obyeknya, atau didukung metodik fakta empiris
  2. Metodik, artinya pengetahuan ilmiah itu diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol
  3. Sistematik, artinya pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, satu dengan yang lain saling berkaitan, saling menjelaskan sehingga seluruhnya merupakan  satu kesatuan yang utuh
  4. Berlaku umum / universal, artinya peengetahuan itu tidak hanya berlaku arau dapat diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja, tetapi semua orang dengan cara eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten.

Perkembangan Alam Pikiran Manusia beserta Prosesnya

0 komentar
A. PERKEMBANGAN ALAM PIKIRAN MANUSIA

1. Sifat Unik Manusia

          Bumi tempat manusia hidup berisi dua macam makhluk: benda yang sifatnya anorgania dan ,makhluk yang sifatnya organis. Yang pertama sering disebut dengan benda mati, dan yang kedua disebut dengan makhluk hidup. Benda mati tunduk pada hukum alam (deterministis), sedangkan makhluk hidup tunduk pada hukum kehidupan (biologis). Masing-masing memiliki tingkat-tingkat dalam perwujudannya. 
        Benda bersifat mati, tetap dan tunduk pada hukum alam, sehingga tidak memiliki perilaku (attitude). Benda tidak bergerak atas kemauan dan kekuatan sendiri, melainkan oleh kekuatan luar. 
        Makhluk organis memiliki kehidupan sehingga mempunyai perilaku. Tumbuhan sebagai makhluk terendah memiliki perikehidupan yang sederhana. Binatang yang lebih tinggi tingkatnya memiliki perilaku yang lebih baik. Manusia sebagai makhluk tertinggi memiliki perilaku yang lebih sempurna. Namun, secara umum makhluk-makhluk tersebut memiliki beberapa prinsip yang sama, antara lain, daya gerak, naluri untuk mempertahankan diri, serta untuk mengembangkan keturunannya.
        Dibandingkan dengan makhluk lain, jasmani manusia adalah lemah, tetapi rohani atau akal budi dan kemampuannya sangat kuat.
        Umumnya dikatakan bahwa manusia berbeda dengan binatang karena akal budi yang dimilikinya. Akal bersumber pada otak dan budi bersumber pada jiwa.


2. Rasa Ingin Tahu
          
         Dengan akal budi yang dimilikinya, pada manusia timbul rasa ingin tahu yang selalu berkembang. Rasa ingin tahu itu tidak pernah dapat dipuaskan. Dalam benaknya manusia selalu bertanya karena keingintahuannya: apa sesungguhnya {know why), bagaimana sesuatu terjadu di sekitarnya, termasuk juga ingin tahu tentang dirinya sendiri. Rasa ingin tahu ini mendorong manusia untuk memahami dan menjelaskan gejala-gejala alam, baik alam besar (makrokosmos) maupun alam kecil (mikrokosmos), serta berusaha memecahkan masalah yang dihadapi, sehingga akhirnya manusia dapat mengumpulkan pengetahuan.
          Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu menimbulkan perbendaharaan pengetahuan pada manusia. Pengetahuan yang diperoleh ini akhirnya tidak terbatas pada obyek-obyek yang dapat diamati dengan pancaindera saja atau meliputi pengetahuan tentang kebutuhan praktis sehari-hari, tetapi juga masalah lain yang berhubungan dengan baik ataau buruk, indah atau tidak indah, dan sebagainya.
          Dengan meningkatnya kemampuan mengingat dan berpikir, manusia dapat mendayagunakan pengetahuan terdahulu dan kemudian menggambungkan dengan pengetahuan yang baru sehingga menghasilkan pengetahuan yang lebih baru lagi. Proses demikian terus berlangsung sehingga terjadi akumulasi pengetahuan seperti yang kita rasakan dewasa ini.
           Perkembangan pengetahuan lebih dipermudah atau diperlancar lagi dengan adanya tukar-menukar informasi mengenai pengetahuan dan pengalaman manusia yang satu dengan yang lain sehingga akumulasi pengetahuan berlangsung lebih cepat.
           
 

Hei-ho Arsya Here! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template